ITB Nobel Indonesia Raih Pendanaan Program Kosabangsa 2026, Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif Pesisir Barru

Kategori: - · 2026 09 03

Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia kembali mencatatkan capaian dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Tim dosen ITB Nobel Indonesia yang diketuai oleh Dr. Sri Prilmayanti Awaluddin, S.E., M.M. berhasil terpilih sebagai penerima pendanaan Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Capaian tersebut menjadi istimewa karena merupakan pendanaan pertama yang berhasil diperoleh ITB Nobel Indonesia khusus pada Program Kosabangsa. Keberhasilan ini sekaligus memperluas rekam jejak institusi dalam memperoleh pendanaan kompetitif nasional di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Program yang memperoleh pendanaan mengangkat judul “Coral Digital Living Lab: Integrasi Budidaya Karang Hias Berbasis Ekosistem dan Pemasaran Digital untuk Hilirisasi Ekonomi Kreatif Pesisir Barru.” Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia bertindak sebagai institusi pelaksana, sementara Politeknik Pertanian Negeri Pangkep berperan sebagai institusi pendamping.

Tim pelaksana dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Dr. Sri Prilmayanti Awaluddin, S.E., M.M., dosen Program Studi Magister Manajemen, bertindak sebagai Ketua Pelaksana. Tim diperkuat oleh Nurani, S.Kom., M.T., dosen Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, serta Tami Azzahra Nur, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim dalam memperoleh kepercayaan melalui Program Kosabangsa Tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan dosen ITB Nobel Indonesia dalam mengembangkan program pengabdian yang memadukan keilmuan, teknologi, inovasi, serta kebutuhan masyarakat.

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Ketua Pelaksana beserta seluruh anggota tim atas keberhasilannya memperoleh pendanaan Program Kosabangsa Tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang keilmuan dapat melahirkan program yang inovatif sekaligus memiliki orientasi yang kuat terhadap pemberdayaan dan penyelesaian persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Rektor berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara optimal serta menghasilkan model pemberdayaan yang dapat memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu ruang penting bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) ITB Nobel Indonesia, Andi Ircham Hidayat, S.Kom., M.Kom., menilai keberhasilan tersebut sebagai salah satu tonggak penting bagi pengembangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan ITB Nobel Indonesia. Terlebih, pendanaan tahun 2026 ini merupakan capaian pertama ITB Nobel Indonesia dalam Program Kosabangsa.

“Kami sangat mengapresiasi keberhasilan tim yang telah membawa ITB Nobel Indonesia untuk pertama kalinya memperoleh pendanaan pada Program Kosabangsa. Capaian ini menjadi tonggak penting sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan program pengabdian kepada masyarakat di institusi kami. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk semakin aktif mengikuti program kompetitif nasional dan membangun kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Andi Ircham Hidayat, S.Kom., M.Kom.

Ia menambahkan, capaian pertama tersebut menjadi momentum bagi LP3M untuk terus memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus. Penguatan tersebut dilakukan melalui pendampingan pengembangan gagasan, penyusunan proposal, peningkatan kualitas program, perluasan jejaring kemitraan, hingga penguatan keberlanjutan program setelah masa pendanaan berakhir.

“LP3M akan terus mendorong dan mendampingi dosen agar semakin kompetitif dalam berbagai skema pendanaan nasional. Kami ingin keberhasilan pertama pada Kosabangsa ini bukan menjadi capaian yang berdiri sendiri, tetapi menjadi awal bagi semakin banyak proposal berkualitas dari ITB Nobel Indonesia yang mendapatkan kepercayaan pada tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Dr. Sri Prilmayanti Awaluddin, S.E., M.M. menjelaskan bahwa program Coral Digital Living Lab dikembangkan dengan pendekatan yang mengintegrasikan potensi sumber daya pesisir, penguatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan teknologi, serta strategi pemasaran digital.

Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan budidaya karang hias berbasis ekosistem sekaligus membuka peluang hilirisasi melalui penguatan ekonomi kreatif masyarakat pesisir Barru. Penggunaan pendekatan living lab diharapkan mampu menciptakan ruang kolaboratif antara perguruan tinggi, masyarakat, mitra, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan serta menguji solusi secara langsung sesuai kebutuhan lapangan.

“Kepercayaan melalui pendanaan Kosabangsa ini merupakan amanah bagi kami untuk menghadirkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi antara manajemen, teknologi informasi, dan teknologi hasil perikanan dapat menghasilkan model pemberdayaan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” jelas Dr. Sri Prilmayanti Awaluddin, S.E., M.M.

Kolaborasi dengan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep sebagai institusi pendamping menjadi bagian strategis dalam pelaksanaan program. Sinergi antarinstitusi tersebut diharapkan memperkuat transfer pengetahuan, teknologi, dan pengalaman kepada masyarakat serta mendukung terciptanya sistem pemberdayaan yang sesuai dengan potensi wilayah pesisir Kabupaten Barru.

Keberhasilan memperoleh pendanaan Program Kosabangsa 2026 semakin mempertegas komitmen Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia untuk menghadirkan tridarma perguruan tinggi yang berdampak. Melalui kolaborasi, penerapan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan mampu mengubah potensi lokal menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga prinsip keberlanjutan ekosistem pesisir.

Capaian perdana dalam Program Kosabangsa tersebut juga diharapkan menjadi pembuka bagi semakin banyak dosen ITB Nobel Indonesia untuk berpartisipasi dan berprestasi dalam berbagai program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berskala nasional pada masa mendatang.